Browse By

Monthly Archives: March 2019

Menyelisik Fenomena Hoaks dan Post-Truth dalam Kontestasi Politik Indonesia

Tegalboto – Rabu (27/03/2019) pukul 18.30, sebuah diskusi digelar di Pendopo Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember dengan tajuk ‘Fenomena Hoax dalam Kontestasi Politik Indonesia.’  Acara oleh Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) ini mendatangkan dua orang pemateri, yaitu Dr. Tri Chandra Aprianto S.S., M.Hum. dan

LPM Suara USU: Kebebasan Berekspresi yang Telah diberangus

Tegalboto – ‘Indonesia darurat kebebasan berekspresi’ sebuah kalimat yang mencerminkan bagaimana kebebasan berekspresi di Indonesia saat ini begitu miris. Lagi-lagi terjadi pembredelan terhadap Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) oleh pihak rektorat, kali ini giliran LPM Suara USU, Universitas Sumatera Utara. Pembredelan LPM Suara USU disebabkan oleh

QR Code Buat Dosen dan Mahasiswa Kerja Dua Kali

Tegalboto – Sistem Informasi Terpadu (SISTER) Universitas Jember merupakan sebuah aplikasi  yang mengintegrasikan seluruh proses inti sebuah bisnis pendidikan, ke dalam sebuah sistem informasi yang didukung oleh teknologi terkini. SISTER juga didukung dengan QR Code yang digunakan untuk presensi kehadiran perkuliahan mahasiswa maupun dosen. Penggunaan QR Code memerlukan smartphone yang canggih dengan

Barang Antik yang Menarik

Tegalboto – Barang antik tidak selamanya memberi kesan kuno dan ketinggalan zaman. Banyak orang yang tertarik pada barang antik sehingga muncul istilah kolektor barang antik. Salah satunya Soni, kolektor barang antik dari Jember. Soni sudah mengoleksi barang antik selama 20 tahun. Koleksi barang antik yang

Kelasku Ada di Luar Kelas

Saya datang beberapa menit sebelum jadwal yang ditentukan.  Memilih kursi di barisan paling belakang, saya dan teman satu jurusan terlarut dalam perbincangan santai sembari menunggu kelas dimulai.  Begitupun teman-teman yang lain.  Suasana kelas menjadi cukup ramai saat itu. Sekitar sepuluh menit berselang, laki-laki berperawakan gempal

Menilik Berdirinya Kedai Doeloe

Bangunan yang ditempati Kedai Doeloe merupakan bangunan bekas rumah dinas Kepala Bagian Bantalan Rel, Stasiun Kalisat. Alasan Frans memilih bangunan tersebut, yang pertama dikarenakan ia gagal menyewa tempat di dalam Stasiun Kalisat. Hal itu disebabkan karena ada masalah dengan tempat tersebut. Kedua, karena tidak ditemukan

Roland Zagreus

Sambil menunggu, Zagreus melihat ke jendela, mengamati pagi bersemarak di atas bumi yang dingin dan bergelimpangan emas, satu kebahagiaan beku. Tapi mereka tak kunjung datang. Mendadak pintu diketuk. Kedua orang itu ada di depan pintu. Karena keterbatasannya, Zagreus tidak membukakan pintu. Mersault membuka pintu, “kamu